Salam

Rabu, 06 Februari 2013

Gak Rik Lalin di awal bulan pebruari 2013


Wadan Satlak Hartib memberikan arahan  sebelum pelaksanaan operasi 

Untuk kali kedua Anggota Satlak Hartib Denpom IX/3 Denpasar melaksanakan Gak Rik Lalin dalam rangka realisasi Renlakgiat Ops Gaktib TA.2013 "Cakra Bhakti Tombak". Pelaksanaan Gak Rik Lalin kali ini seperti biasa dipimpin oleh Pasi Hartib Kapten Cpm I Wayan Wedi dan Wadan Satlak Hartib Lettu Cpm            I Nengah Sindu Dharmawan dengan lokasi operasi di dua titik yang berbeda yaitu di Jl. HOS Cokroaminoto Denpasar dan di Jl. Hayam Wuruk Denpasar. Sasaran operasi yaitu prajurit TNI AD, materiil yang dibawa (surat-surat kendaraan dan identitas diri serta kelengkapan surat lainnya termasuk kelengkapan kendaraan), PNS TNI AD serta masyarakat sipil yang mengenakan atribut/seragam militer yang dikhawatirkan akan disalahgunakan sehingga dapat mencemarkan nama baik TNI.
Pelaksanaan Gak Rik Lalin di Jl. HOS Cokroaminoto
Operasi Gak Rik Lalin dimulai jam 10.00 diawali di Jl. HOS Cokroainoto. Cuaca saat itu sangat terik, tapi anggota Satlak Hartib Denpom IX/3 Denpasar tetap saja semangat melaksanakan tugas. Walaupun banyak personil TNI AD serta PNS TNI AD yang diperiksa petugas, namun tidak ada satupun  ditemukan melakukan pelanggaran. Sebaliknya di lokasi ini petugas mendapati dua masyarakat sipil yang mengenakan jaket dan celana loreng TNI. Tindakan yang dilakukan petugas yaitu mendata identitasnya kemudian mengamankan atribut/seragam loreng yang digunakan. 30 menit Satlak Hartib melaksanakan kegiatan di lokasi ini, selanjutnya Wadan Satlak Hartib memerintahkan untuk pindah ke lokasi kedua. Setelah melakukan pengecekan personel dan materiil serta Barbuk yang diamankan selanjutnya kegiatan berpindah ke lokasi kedua yaitu di Jl. Hayam Wuruk Denpasar.
Masyarakat sipil yang mengenakan seragam militer menjadi salah satu sasaran operasi 

Di Lokasi kedua, walaupun banyak anggota TNI AD dan PNS TNI AD yang diperiksa namun hasilnya nihil ditemukan pelanggaran, di tempat ini petugas juga mendapati masyarakat sipil mengenakan seragam militer, sehingga petugas mengamankannya.

Kegiatan Gak Rik Lalin merupakan kegiatan yang terprogram dan terencana, dan bukan merupakan kegiatan untuk mencari-cari kesalahan prajurit. Komitmen Kodam IX/Udayana untuk perang terhadap pelanggaran dan meminimalisir jumlah pelanggaran harus didukung oleh semua pihak khususnya para Komandan Satuan. Kegiatan Gak Rik Lalin ini akan terus dilakukan sepanjang Tahun 2013 dengan harapan dapat menekan tingkat pelanggaran dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kodam IX/Udayana.       
                                             

Petugas selalu tampil dengan penuh wibawa

Biarpun cuaca panas, anggota  tetap semangat ... tidak meleleh

Etika tetap dilakukan saat sedang melaksanakan pemeriksaan

Kita sopan ... anda pasti segan 
Gak Rik Lalin di Jl.Hayan Wuruk Denpasar

Penertiban seragam militer yang dikenakan masyarakat sipil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar