Selasa, 19 Februari 2013
Rabu, 06 Februari 2013
Ingin lulus .... ya latihan teratur !!!
| Walaupun cuaca panas, nggak menyurutkan niat anggota untuk berolah raga |
| Senam peregangan sebelum, lari siang |
Salah satu hal saat ini yang paling ditakuti oleh prajurit TNI adalah test kesemaptaan atau test kesegaran jasmani. Kenapa hal itu menjadi sosok yang menyeramkan ? Kebanyakan para prajurit TNI terlena atau tidak mau membina fisiknya setelah ia lulus dari pendidikan. Seiring dengan kesibukan yang ada baik secara administrasi ataupun kegiatan lain yang banyak menyita waktu, menjadi alasan yang kuat untuk mengabaikan pembinaan fisik. Terkadang pembinaan fisik akan kembali dilatih apabila prajurit itu akan menempuh pendidikan lanjutan ataupun akan mengikuti pendidikan spesifikasi di salah satu Pusat Pendidikan. Karena sampai dengan saat ini lembaga yang masih konsisten untuk membina kesegaran jasmani adalah lembaga pendidikan.
Mengacu dari hal tersebut Dandenpom IX/3 Denpasat Letnan Kolonel Agus Wijanarko, S.H menginginkan prajurit dibawah komandonya untuk selalu berpenampilan menarik dengan postur tubuh yang ideal serta kemampuan fisik yang prima. Untuk merealisasikannya segenap prajurit militer selain waku olah raga yang sudah ditentukan oleh Kodam yaitu hari selasa dan jum'at, prajurit Denpom IX/3 Denpasar diwajibkan untuk melaksanakan pembinaan fisik pada siang hari yaitu jam 14.00 sampai dengan waktu menjelang apel siang 15.30. Dengan harapan kegiatan ini dijadikan suatu kebutuhan yang sangat mendasar serta kebiasaan untuk selalu menjaga kemampuan fisik, sehingga dihadapkan tugas Polisi Militer khususnya Denpom IX/3 kedepan akan selalu siap.
| ayo pak.... semangat, yang lemas ya pak .. biar nggak salah urat |
Kegiatan Binsik siang hari diawali dengan pengecekan denyut nadi awal, selanjutnya melaksanakan gerakan peregangan/pelemasan. Setelah melaksanakan lari selama 30 menit, kemudian mengecek denyut nadi latihan dengan tujuan apakah kegiatan yang kita laksanakan sudah maksimal atau belum. Setelah kegiatan lari selesai dilanjutkan dengan melaksanakan pull up, sig up dan push up.
Tentunya kegiatan ini apabila dilaksanakan secara teratur, nantinya prajurit Denpom IX/3 tidak akan kaget dan mempunyai rasa percaya diri khususnya saat mengikuti test kesemaptaan/test kesegaran jasmani. Kita mau lulus ya laksanakan latihan secara teratur, suatu keberhasilan bukan diraih secara instant melainkan penuh perjuangan dan pengorbanan. Ayo Denpom IX/3 tetap semangat .....
Gak Rik Lalin di awal bulan pebruari 2013
| Wadan Satlak Hartib memberikan arahan sebelum pelaksanaan operasi |
Untuk kali kedua Anggota Satlak Hartib Denpom IX/3 Denpasar melaksanakan Gak Rik Lalin dalam rangka realisasi Renlakgiat Ops Gaktib TA.2013 "Cakra Bhakti Tombak". Pelaksanaan Gak Rik Lalin kali ini seperti biasa dipimpin oleh Pasi Hartib Kapten Cpm I Wayan Wedi dan Wadan Satlak Hartib Lettu Cpm I Nengah Sindu Dharmawan dengan lokasi operasi di dua titik yang berbeda yaitu di Jl. HOS Cokroaminoto Denpasar dan di Jl. Hayam Wuruk Denpasar. Sasaran operasi yaitu prajurit TNI AD, materiil yang dibawa (surat-surat kendaraan dan identitas diri serta kelengkapan surat lainnya termasuk kelengkapan kendaraan), PNS TNI AD serta masyarakat sipil yang mengenakan atribut/seragam militer yang dikhawatirkan akan disalahgunakan sehingga dapat mencemarkan nama baik TNI.
| Pelaksanaan Gak Rik Lalin di Jl. HOS Cokroaminoto |
Operasi Gak Rik Lalin dimulai jam 10.00 diawali di Jl. HOS Cokroainoto. Cuaca saat itu sangat terik, tapi anggota Satlak Hartib Denpom IX/3 Denpasar tetap saja semangat melaksanakan tugas. Walaupun banyak personil TNI AD serta PNS TNI AD yang diperiksa petugas, namun tidak ada satupun ditemukan melakukan pelanggaran. Sebaliknya di lokasi ini petugas mendapati dua masyarakat sipil yang mengenakan jaket dan celana loreng TNI. Tindakan yang dilakukan petugas yaitu mendata identitasnya kemudian mengamankan atribut/seragam loreng yang digunakan. 30 menit Satlak Hartib melaksanakan kegiatan di lokasi ini, selanjutnya Wadan Satlak Hartib memerintahkan untuk pindah ke lokasi kedua. Setelah melakukan pengecekan personel dan materiil serta Barbuk yang diamankan selanjutnya kegiatan berpindah ke lokasi kedua yaitu di Jl. Hayam Wuruk Denpasar.
| Masyarakat sipil yang mengenakan seragam militer menjadi salah satu sasaran operasi |
Di Lokasi kedua, walaupun banyak anggota TNI AD dan PNS TNI AD yang diperiksa namun hasilnya nihil ditemukan pelanggaran, di tempat ini petugas juga mendapati masyarakat sipil mengenakan seragam militer, sehingga petugas mengamankannya.
Kegiatan Gak Rik Lalin merupakan kegiatan yang terprogram dan terencana, dan bukan merupakan kegiatan untuk mencari-cari kesalahan prajurit. Komitmen Kodam IX/Udayana untuk perang terhadap pelanggaran dan meminimalisir jumlah pelanggaran harus didukung oleh semua pihak khususnya para Komandan Satuan. Kegiatan Gak Rik Lalin ini akan terus dilakukan sepanjang Tahun 2013 dengan harapan dapat menekan tingkat pelanggaran dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kodam IX/Udayana.
| Petugas selalu tampil dengan penuh wibawa |
| Biarpun cuaca panas, anggota tetap semangat ... tidak meleleh |
| Etika tetap dilakukan saat sedang melaksanakan pemeriksaan |
| Kita sopan ... anda pasti segan |
| Gak Rik Lalin di Jl.Hayan Wuruk Denpasar |
| Penertiban seragam militer yang dikenakan masyarakat sipil |
Langganan:
Komentar (Atom)